Rabu, 19 Oktober 2011

Ulang Tahun Anakku: Ragil

Hari ini tanggal 19 Oktober 2011, anakku Ragil Putra Basuki berulang tahun yang ke-3. Untuk pertama kalinya Ragil berulang tahun ketika bapak bertugas di Jakarta sedang Dik Ragil bersama Kak Fauzi, Kak Opal serta Ibu ada di Jogja. Sebenarnya bapak ingin merayakan hari ini bersama-sama tetapi karena kondisi tidak memungkinkan maka perayaan bersamanya ditunda dulu ya. Dik Ragil merayakan sama Ibu dan Kakak-kakak dulu saja.

Bapak jadi ingat 3 tahun yang lalu ketika itu tanggal 19 Oktober 2008 pagi di RS Happy Land Yogya. Pagi itu yang ikut menunggui kelahiran Dik Ragil selain bapak adalah Om Sokhib, Wak Mia, serta Bapak dan Ibu Sutimin (Meski Beliau berdua pulang duluan sebelum sempat melihat Dik Ragil yang lucu). Kelahiran Dik Ragil ditangani oleh Dr Ova, SpOG secara Cesar.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 04 Mei 2011

Ulang Tahun Istriku...

Hari ini adalah hari yang cukup bersejarah bagi seseorang yang sangat kusayangi, yaitu istri yang telah melahirkan ketiga anakku: Nur Asliana.

Baca Selengkapnya...

Kamis, 20 Januari 2011

Ulang tahun anakku: Fauzi...

Hari ini, tepat 7 (tujuh) tahun yang lalu, di RS Putri Surabaya, lahirlah anakku yang pertama, yang kemudian kuberi nama: Fauzi Fazlurrahman Basuki. Kelahiran anakku ini merupakan buah dari penantian yang cukup lama dan perjuangan yang cukup keras, konsultasi dari dokter ke dokter bahkan penyembuhan alternative. Dan alhamdulillah akhirnya penantian dan perjuangan tersebut dikabulkan Allah swt dengan hadirnya buah hati kami tersebut.


Mengenang kembali kelahiran anakku ini, waktu itu kami masih tinggal di Perumahan Taman Candiloka Sidoarjo. Waktu itu di lingkungan RT setiap malam Minggu ada acara bergiliran jaga malam. Pas hari Sabtu, 17 Januari 2004 malam (atau malam Minggu) kebetulan giliranku jaga malam. Setelah acara jaga malam selesai (biasanya waktu menjelang adzan Subuh)aku pulang ke rumah. Alangkah kagetnya aku, karena istri yang sedang mengandung (dan memang waktunya melahirkan) sedang kesakitan karena kontraksi terus-menerus. Menurut pengakuan, semalaman tidak bisa tidur karena setiap sepuluh menit kontraksi. Akhirnya sesuai yang telah direncanakan aku langsung bawa ke RS Putri Surabaya. Disana setelah diperiksa perawat ternyata baru bukaan satu. Karena diupayakan untuk lahir normal maka menunggu perkembangan selanjutnya. Selama seharian (hari Minggu) di RS ternyata perkembangannya lambat sekali. Waktu itu dokter yang menangani adalah dr Pudjo Hartono, SpOG. Telah dicoba untuk mengejan tapi tetap tidak bisa. Setelah hari kedua (Senin, 19 Januari 2004) perkembangannya masih lambat akhirnya aku putuskan untuk dicesar saja. Namun, dr Pudjo masih menyarankan dicoba dipacu pakai obat dulu. Setelah dipacu dengan obat, bukaan menjadi lebih cepat sehingga akhirnya mendekati tengah malam dr Pudjo datang ke RS dan menyuruh perawat untuk membantu mengejan. Setelah beberapa lama ternyata tidak berhasil juga dan tenaga istriku juga sudah habis karena dua malam nggak tidur. Akhirnya sekitar jam 02.00 pagi dilakukanlah bedah cesar. Sehingga lahirlah anakku yang pertama ini pada pagi dini hari Selasa, 20 Januari 2004.
Baca Selengkapnya...

Rabu, 29 Desember 2010

Ulang Tahunku: Refleksi Usia 41...

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta sepak bola di tanah air, baik pecinta sepak bola 'sejati' maupun pecinta sepakbola 'dadakan' karena pada hari ini atau tepatnya nanti pk. 18.30 WIB Timnas 'Garuda' Indonesia berlaga 'hidup atau mati' melawan Timnas 'Harimau Malaya' Malaysia dalam pertandingan leg kedua AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Gelora Bung Karno.

Namun, bukan hal itu yang membuat hari ini begitu 'istimewa' bagiku. Hari ini menjadi istimewa karena tepat tanggal yang sama (29 Des) 41 tahun yang lalu aku ditakdirkan untuk 'hadir' di dunia fana ini dari rahim seorang ibu yang 'lembut dan penyabar' bernama Siti Rohmah dan seorang ayah yang keras tapi supel bernama Ngafuan Askar Sudiarto di Kota Kecil Klaten, Jawa Tengah.

Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, masa kecil aku lewatkan di sebuah desa bernama Bakalan Kel Ceper Kec Ceper Kab Klaten. Masa kecil yang bahagia...
Masa sekolah juga dapat aku lalui tanpa hambatan yang berarti, TK, SD, dan SMP aku tempuh sekolah yang paling favorit di kampung halaman, SMA juga di sekolah yang paling favorit di kota Solo. Bahkan kuliah pun di sekolah kedinasan yang sampai sekarang menjadi tujuan utama dari para calon mahasiswa di Indonesia.

Aku sadari bahwa semua itu terjadi karena Allah swt memberiku 'otak yang cukup encer'. Namun ada satu hal yang menjadi kelemahanku (dan sering membuatku menyesal sampai sekarang) yaitu kurangnya 'need for achievement' atau 'daya juang' atau 'militansi' yang ada pada diriku sehingga aku merasa semua pencapaianku bukanlah 'pencapaian yang optimal'. Namun alhamdulillah Tuhan memberiku kesempatan berkarya di sebuah institusi yang cukup mapan. Meskipun, institusi ini sekarang sedang digoyang oleh tudingan masyarakat akibat kasus salah seorang pegawai yang terekspose secara luar biasa.

Dan,last but not least, anugerah terbesar dalam hidupku, yang untuk itu aku tak berhenti-berhenti mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah swt, aku dipertemukan dengan seorang wanita yang 'memenuhi seluruh kriteria yang pernah aku bayangkan mengenai seorang istri' yang dengannya aku mengayuh biduk rumah tangga. Wanita itu bernama Nur Asliana. Dengannya aku diberi amanah tiga orang anak yang ganteng-ganteng (karena semua cowok), yaitu: Fauzi Fazlurrahman Basuki, M Zaky Naufal Basuki, dan Ragil Putra Basuki.


Baca Selengkapnya...

Rabu, 03 November 2010

Ulang tahun anakku: Zaky Naufal...

Hari ini Rabu, 3 November 2010, anakku nomor dua Muhammad Zaky Naufal Basuki ulang tahun yang keempat. Meskipun tidak ada perayaan besar, bahkan perayaan sederhana ,dengan sepotong kue tart dan nasi kuning yang dimakan bersama-sama sekeluarga, pun tidak ada, suatu hal yang membuatku 'sedikit' merasa bersalah. Aku ingin sedikit menulis mengenai anakku ini...

Istriku hamil anak yang kedua ini ketika baru saja kami tinggal di rumah milik sendiri setelah sebelumnya kontrak rumah di kompleks yang sama. Ketika itu awal tahun 2006. Setelah itu, kami mencari-cari dokter kandungan untuk pemeriksaan rutin. Dari bertanya-tanya akhirnya ada beberapa nama dokter yang direkomendasikan. Namun, untuk memilih dokter ini waktu itu kami memiliki syarat yang sedikit 'unik', yaitu tempat prakteknya di wilayah Kota Yogya, bukan masuk wilayah Kab Sleman. Mengapa demikian? pembaca boleh sedikit senyum, alasan kami waktu itu supaya di akte kelahiran anak ini nanti tertulis: lahir di Yogya, bukan lahir di Sleman (maksudnya biar kota-an dikit hehe...). Setelah menimbang-nimbang akhirnya kami memilih periksa rutin ke Prof dr Moh. Anwar M.Med.Sc yang praktek di RSB Bhakti Ibu Yogya.

Ketika istri mendekati melahirkan, kami mulai memikirkan nama calon jabang bayi. Karena dari hasil USG diperkirakan bayinya laki-laki akhirnya dicarilah nama laki-laki. Seandainya waktu itu ternyata yang lahir anak perempuan maka kami belum siap dengan nama. Istriku ingin memberi nama Zaky yang berarti "bersih/suci". Kemudian ditambahkan nama belakang (wajib) Basuki, jadinya Zaky Basuki. Tapi rasanya kok kurang manis. Akhirnya diberi tambahan nama tengah Naufal yang berarti "Tampan". Akhirnya jadi Zaky Naufal Basuki. Tapi tiba-tiba aku punya pikiran yang "nyleneh": lha kalau anak ini sudah masuk sekolah pasti dapat nomor urut absensi paling belakang karena namanya berawalan "Z". Ya sudah, kalau begitu namanya ditambahi "Muhammad". Akhirnya disepakati nama lengkapnya adalah "Muhammad Zaky Naufal Basuki".

Pada pagi hari tanggal 3 November 2006 sekitar pk. 06.00 WIB lahirlah anakku laki-laki nomor dua dalam keadaan sehat melalui operasi cesar. Peresmian namanya dilaksanakan dalam suatu acara akikah dengan mengundang tetangga-tetangga sekitar terutama anggota pengajian FASIH. Pada pengajian itulah aku umumkan nama anakku: "Muhammad Zaky Naufal Basuki".

Mula-mula anakku ini kupanggil dengan nama "Zaky". Namun, setelah dia agak besar dan mulai bisa bicara dia lebih suka menyebut dirinya sebagai "Dik Opal" (entah, mungkin ada yang ngajari begitu). Akhirnya sampai sekarang aku lebih sering memanggilnya juga "Dik Opal".


Doa Bapak untuk Dik Opal
Anakku Opal...
Pada ulang tahunmu ini...
Bapak hanya bisa berdoa...
Semoga engkau senantiasa berada dalam lindungan-Nya...
Sehat wal afiat...
Beruntung di dunia dan di akhirat...
Selalu memberikan manfaat...
Bagi alam seluruh jagat...
Amiien ya Rabbal 'alamin
Baca Selengkapnya...

Selasa, 11 Agustus 2009

Berbuat Sesuai Porsi dan Posisi

Oleh Roy Mardi Pamenang - 11 Augustus 2009 - Dibaca 143 Kali - (Kompasiana)

Pernahkah anda mengalami hal-hal berikut ini di kehidupan pekerjaan anda :
- Anda punya jabatan, tapi fungsi dari jabatan anda dilakukan oleh orang lain
- Anda seringkali diberi tugas yang bukan kewenangan anda, sehingga orang lain yang seharusnya lebih berwenang merasa tak dihargai (baik oleh anda atau atasan anda)
- Anda merasa bingung, kenapa kebijakan yang seharusnya jadi wewenang anda, dikeluarkan oleh orang lain…
Kalau tak pernah… saya hanya bilang Alhamdulillah… berarti anda bekerja sesuai porsi dan posisi yang diamanatkan ke anda. Kalau jawabannya pernah, berarti anda, atasan anda atau lingkungan pekerjaan anda harus belajar banyak dari sepakbola…

Dalam sepakbola, kemenangan adalah tujuan utama. Kemenangan dapat diraih dengan menciptakan gol sebanyak-banyaknya. Terciptanya gol merupakan tanda dari kemenangan atau kesuksesan. Semakin banyak tim anda mencipta gol, maka semakin besar peluang tim anda memperoleh kemenangan. Untuk menciptakan sebuah gol yang berujung pada kemenangan, dibutuhkan kerja sama tim. Kerja sama yang hanya mungkin tercipta apabila setiap individu bertindak sesuai porsi dan posisinya saat bertanding.

Seorang kiper bertugas menjaga gawangnya agar tidak kebobolan. Tugas utamanya tidak mencetak gol, melainkan menepis atau menangkap bola agar gawang yang dijaganya tidak kebobolan. Melihat fungsinya, tak heran kalau posisinya jelas lebih banyak berada dibawah mistar gawang. Ia menjadi satu-satunya individu yang bertahan paling akhir. Semua harapan bertumpu pada dirinya ketika bola meliwati barisan bertahan yang ada didepannya. Pemain lainnya pun demikian, Pemain bertahan bertugas menjaga lawan agar tidak menguasai bola di area pertahanannya, Menghalau bola agar tidak membobol gawang dan sesekali membantu serangan apabila diperlukan (diinstruksikan demikian oleh pelatih). Ingat ! Sesekali ! Tak sering-sering menyerang sehingga posisinya terlena berada garis tengah lapangan atau di barisan depan. Individu lainnya pun demikian, midfielder atau pemain tengah menjaga keseimbangan tim saat bertahan dan menyerang, sehingga tim kokoh saat bertahan dan solid saat menyerang. Sedang pemain depan atau striker, tugasnya adalah membuka ruang serang dan yang paling utama adalah : Mencetak Gol !

Semua posisi dalam sepakbola harus dilakukan sesuai porsi yang disepakati oleh pemain dan pelatih. Pemain bertahan harus lebih banyak bertahan dibanding menyerang begitu pun sebaliknya. Tak boleh seorang striker berlama-lama di jantung pertahanan sendiri. Sebab tugasnya adalah mencetak gol, bukan bertahan. Hanya dengan menjaga posisi dengan baik sesuai dengan porsi tugas, maka tim tersebut akan memperoleh kemenangan. Anda bisa bayangkan kalau semua pemain berlomba-lomba mencetak gol, termasuk kiper. Maka yang ada bukanlah menang, melainkan kebobolan banyak gol. Bayangkan pula kalau semua berlomba-loba untuk bertahan, hasilnya : tak akan ada gol yang tercipta.

Proses Kreatif

Anda bisa jadi akan menyangkal tulisan saya di atas dengan kalimat “Bagaimana dengan Bek yang mencetak gol ?” atau “Bagaimana dengan kiper yang bisa mencetak Gol ?”. Dalam sepakbola, setiap individu diperbolehkan berkreativitas sehingga gol dapat tercipta. Posisi kiper pun diperbolehkan untuk bisa mencetak gol. Seorang Rogerio Ceni, seringkali maju dan mencetak goal untuk timnya. Ia pun menjadi kiper tersubur sepanjang masa oleh International Federations of Football History and Statistics (IFFHS). Tapi ia bukan kiper yang terbaik. Sebab ukuran terbaik bagi seorang kiper bukan karena sering mencetak gol, melainkan prestasinya dalam menjaga gawang agar tidak kebobolan. Untuk yang terbaik sepanjang masa, IFFHS memilih Gianluigi Buffon. Mau tahu berapa banyak gol yang diciptakan Gigi Buffon selama berkarir ? ‘0′ alias tak ada gol yang diciptakannya. Prestasi Buffon bermain sesuai porsi dan posisi membawanya sebagai kiper yang diperkirakan mahal dalam bursa transfer tahun ini.

Posisi bek pun demikian. Untuk urusan mencetak gol, IFFHS menempatkan Ronald Koeman sebagai bek tersubur sepanjang massa dengan raihan 193 gol dalam 533 pertandingan. Namun ukuran bek terbaik belum tentu Koeman. Saya nyatakan ‘belum’ karena IFFHS sampai sejauh ini belum membuat statistik bek terbaik sepanjang masa (Kalau anda punya datanya bolehkah saya memintanya ?). Namun saat saya mencari data bek terbaik sepanjang masa, nama Franz Beckenbauer seringkali disebut oleh sejumlah pengamat sepakbola. Hal ini didasarkan pada kemapuan Franz dalam mempertahankan wilayahnya dengan ’sapuan’ kakinya.

Seorang Bek dihargai mahal bukan karena kesuburannya, tapi karena kekuatan dan konsistensinya dalam menjaga daerah pertahanan. Sampai sejauh ini Rio Ferdinand (MU) dinyatakan sebagai bek termahal dengan harga 29, 1 Juta Pound, saat pindah dari Leeds United ke Manchester United pada tahun 2002 (Top Skor 24 Juli 2009). Berapa torehan gol Ferdinand saat membela Leeds ? Bersama Leeds ia bertanding 54 kali dan hanya mencetak 2 gol. Bersama Manchester United ia bertanding 311 kali dan hanya mencetak 7 gol. John Terry (Chelsea) adalah salah satu contoh lain bek yang dihargai mahal pada bursa transfer tahun ini. Terry dihargai 50 juta Pound oleh Manchester City dan diiming-imingi gaji tinggi sebesar 250 ribu pound. Sebuah gaji yang akan membuat Terry menjadi pemain bergaji paling tinggi di dunia. Sebuah harga yang pantas untuk seorang pemain yang konsisten dengan posisinya dan bermain sesuai porsinya. Mau tahu torehan golnya selama berkarir di Chelsea ? Hanya 17 gol dari 272 kali bertanding !

Menjadi Kiper atau Bek adalah posisi yang sangat penting untuk meraih kemenangan dalam sebuah pertandingan. Konsisten pada posisi dan bermain sesuai porsi adalah kunci agar keseimbangan tim terjaga. Mencetak gol adalah kreativitas. Bek atau kiper sekalipun, sesekali boleh naik ke barisan depan dan mencetak gol. Tapi kalau keliwat sering hingga melupakan posisi dan porsi sebenarnya, maka riwayatnya sebagai kiper atau bek akan tamat. Ia akan dicatat sebagai kiper atau bek yang sering blunder.

Back To Life

Posisi dan porsi sebagai pemain sepakbola hampir sama dengan kehidupan yang berjalan ini. Mungkin lebih tepatnya dalam berkarir/bekerja. Saat kita berposisi sebagai kiper, maka kita harus konsisten dengan posisi tersebut. Sesekali berkreasi dengan mencetak gol, bolehlah… Tapi jangan sampai keseringan mencetak gol dan melupakan posisi. Itu tandanya kita sudah bekerja melebihi porsi. Porsinya menghalau/menangkap bola, kok malah mencetak gol. Maka striker pun jadi iri. Rasa iri membuat keseimbangan terganggu. Lalu bagaimana solusinya kalau memang pandai mencetak gol, padahal posisi sekarang adalah kiper ? Jawabannya satu : Komunikasi. Jangan ragu untuk bilang sama manager atau pelatih bahwa anda bisa jadi striker. Buktikan itu pada latihan atau pertandingan. Untuk dunia kerja, buktikanbahwa anda layak mencetak gol saat diberi tugas sebagai ’striker’ mewakili perusahaan. Berusaha sebaik mungkin saat dipercaya. Hasilnya, serahkan pada manajer, apakah memang anda layak berposisi striker dibanding kiper.

Nah… untuk anda yang seringkali tidak dianggap oleh atasan saat menjalankan tugas sesuai posisi, atau bahkan porsi pekerjaan anda dilakukan oleh orang lain yang posisinya beda dan atasan anda merestuinya. Anda sebisa mungkin mengkoreksi diri. Sebagai contoh sederhana, anda berposisi kiper, tiba-tiba tugas menepis bola diberikan kepada kawan anda yang berposisi sebagai bek. Bek memang tak boleh menepis bola dengan tangan, tapi bek ini diperintahkan oleh atasan anda untuk menepis dengan kaki dengan posisi berdiri terus-terusan dibawah di garis gawang berdampingan dengan anda. Sehingga terkesan ada ‘2 kiper’ dalam satu pertandingan, maka sudah saatnya anda mengkoreksi diri. Sudahkah anda layak disebut sebagai kiper ? Seberapa sering anda menyelamatkan gawang ? Sebab jangan-jangan bek tersebut diperintahkan oleh atasan anda, karena anda sebagai kiper lebih sering maju ke depan dengan ambisi mencetak gol, sehingga ambisi anda menjadi top skorer terpenuhi !

Hal yang sama berlaku pula untuk posisi lainnya. Saat diberi tugas menjadi striker, sudahkah bekerja sesuai porsi ? Sudahkan berfungsi sebagai pencetak gol ? Apakah sudah tepat dibilang sebagai striker ? Kalau masih sering mandul dalam mencetak gol, lebih sering menggocek dibanding menembak ke gawang, dan lebih sering di tengah dibandingkan berada di dekat bek lawan. Maka anda harus maklum kalau manajer semakin tak percaya dengan kemampuan anda.

Kalau memang anda sudah merasa melakukan apa yang sesuai dengan porsi dan posisi anda dalam pekerjaan, dan anda tetap tak dipercaya. Maka yang dibutuhkan hanyalah komunikasi dan ketegasan. Katakan pada manajer bahwa tidak perlu ada dua kiper dalam satu pertandingan. Cukup satu, dan katakan kalau memang anda sudah tak dipercaya, maka lebih baik anda mencoba posisi lain atau pindah ke tim lain ! Saya tahu bahwa ini lebih mudah dikatakan dari pada dilakukan. Namun dalam hidup, perbuatan dan ketegasan sangat perlu untuk meyakinkan seseorang akan kemampuan kita.

Manajer dan pelatih pun bukan berarti tak bisa salah dalam porsi dan posisi. Manajer yang baik, tidak akan menciptakan suasana tim menjadi keruh. Kalau ia mengutak-ngatik sesama bek atau kiper, hal ini masih dimaklumi. Tapi kalau ia memposisikan bek sejajar dengan kiper dalam sebuah pertandingan, maka ia akan dipertanyakan kemampuannya menciptakan keseimbangan dalam tim untuk mencetak gol dan meraih kemenangan (baca: kesuksesan)

So’ Berbuatlah sesuai porsi dan posisi, maka anda akan dihargai lebih mahal…

Menteng, 10 Agustus 2009

Baca Selengkapnya...

Kamis, 23 Juli 2009

Optimalisasi Windows XP

Kamis, 23 Juli 2009 | 15:28 WIB
Sistem operasi Microsoft Windows XP sudah tertinggal satu generasi, nyaris dua generasi kalau di akhir tahun ini Windows 7 jadi beredar. Akan tetapi, dari sisi jumlah penggunanya, sistem operasi ini masih menjadi mayoritas. Dibandingkan sistem operasi Windows 2000, 98, atau 95, Windows XP juga merupakan sistem operasi yang paling panjang umur. Microsoft juga telah berjanji akan terus memberikan dukungan terhadap XP sampai April 2014.

Kalau pada komputer Anda sistem operasi ini masih bersemayam tetapi performanya kian menurun, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan tanpa perlu memformat hard disk dan install ulang. Tips berikut kami buat agar mudah dilakukan tanpa Anda perlu mengutak-atik registry. PCplus juga tidak menggunakan software apapun—murni hanya melakukan update dan mengubah pengaturan pada opsi yang tersedia. Pertama-tama, mari kita lakukan update.

Windows Update
Windows update merupakan kumpulan dari sejumlah tambalan-tambalan yang dapat mencegah program-program jahat untuk merusak atau memperlambat kinerja sistem. Kalau komputer terhubung ke internet dan Windows menyebutkan bahwa ada update, instalasikan saja semua, jangan hanya yang statusnya critical.

Kalau critical update umumnya lebih berfungsi untuk penambalan celah keamanan, non-critical update biasanya berfungsi penting untuk peningkatan performa, kompatibilitas, dan fitur-fitur yang lebih diperbarui dan pastinya aman untuk diinstall. Proses update Windows bisa berlangsung beberapa kali. Lakukan saja terus sampai disebutkan bahwa tidak ada update lagi yang tersedia.

Windows Update membutuhkan beberapa layanan berikut diaktifkan di Windows XP:
- Automatic Updates diset Automatic.
- Background Intelligent Transfer Service diset Manual atau Automatic.
Bila Anda masih menggunakan Service Pack 2, Service Pack 1, atau Windows XP tanpa service pack, instalasikanlah Service Pack 3. Service Pack 3 merupakan kumpulan update yang mencakup seluruh perbaikan dan update pada service pack sebelumnya. Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mengoptimalkan Windows Anda.

Update DirectX
Microsoft DirectX merupakan sekumpulan application programming interface (API) untuk mengatasi tugas-tugas yang berhubungan dengan multimedia, khususnya game dan video pada platform Microsoft. Sebaiknya, pastikan sistem operasi Anda sudah menggunakan versi terbaru dari DirectX.

Untuk mengetahui versi yang Anda miliki, silakan ketik “dxdiag” pada menu Start > Run dan perhatikan pada tab System di bagian DirectX Version. Setelah diketahui, silakan arahkan browser ke Microsoft Download Center di alamat www.microsoft.com/downloads.

Sekadar informasi, sejak Oktober 2004 sampai Agustus 2007, Microsoft menghadirkan update DirectX sekali dalam dua bulan. Setelah itu update tersedia per kuartal. Versi terbaru DirectX 9 untuk Windows XP adalah versi Maret 2009.

Update Driver
Melakukan update terhadap driver yang digunakan oleh hardware dapat meningkatkan performa sistem dan kompatibilitas aplikasi. Selain itu, driver terbaru juga umumnya menghadirkan sejumlah solusi untuk mengatasi masalah dan optimalisasi sistem.

Sebaiknya, gunakan driver versi resmi yang sudah dirilis, bukan versi beta atau pre-release. Pasalnya, driver versi beta umumnya masih belum sempurna. Untuk melakukan update driver, silakan manfaatkan fitur Windows Driver Guide. Bagi Anda yang menggunakan notebook, sebaiknya gunakan driver terbaru yang tersedia di situs web produsen notebook yang bersangkutan.

Setelah semua driver dan komponen sistem operasi menggunakan update terbaru, waktunya kita melakukan tweaking.

Tips Tweaking Windows XP

Efek Visual
Tampilan default Windows XP memang terlihat cantik, tetapi sebenarnya tampilan tersebut menguras sumber daya sistem dan menurunkan responsivitas komputer. Berikut adalah opsi agar Windows XP tetap cantik tetapi komputer tetap gesit.

Klik Start > Settings > Control Panel > System > Advanced. Di bagian Performance, pilih Settings. Nah, hilangkan tanda centang kecuali pada opsi sebagai berikut:
- Show shadows under menus.
- Show shadows under mouse pointer.
- Show translucent selection rectangle.
- Smooth edges of screen fonts.
- Use drop shadows for icons labels on the desktop.
- Use visual styles on windows and buttons.
Kemudian pilih Apply, lalu klik OK. Kalau masih kurang, hilangkan semua centang kecuali di bagian “Use visual styles on windows and buttons”. Tetapi kalau Anda tidak butuh cantik dan hanya ingin yang gesit, pilih saja opsi Adjust for best performance atau hapus semua centang yang ada.

ClearType
Jika Anda menggunakan layar LCD baik monitor LCD atau notebook, atau Plasma, Anda bisa mendapatkan peningkatan ketajaman teks dengan meng-enable ClearType dibandingkan menggunakan metode penajaman font biasa ataupun anti-aliasing.
Instruksinya adalah lewat menu Start > Settings > Control Panel > Display > Appearance lalu Effects. Beri centang pada “Use the following method to smooth edges of screen fonts”, lalu pilih ClearType.

Page File
Windows XP menggunakan paging file yang diatur oleh sistem. Page file ini merupakan memori cadangan dari RAM tempat sistem operasi menyimpan data sementara. Pada sistem operasi masa kini, termasuk Windows, program aplikasi dan proses sistem menggunakan memori virtual yang dianggap sebagai RAM. Hanya bagian inti dari kernel sistem operasi yang menggunakan memori fisik secara langsung. Artinya, virtual memori atau page file tersebut selalu digunakan, meskipun memori yang dibutuhkan oleh seluruh proses yang sedang berjalan jauh lebih kecil dibandingkan dengan memori utama (RAM) yang tertancap di motherboard.

Secara default, Windows XP akan mengatur secara otomatis besaran page file ke ukuran berikut berdasarkan besaran RAM yang terpasang untuk sistem:

RAM kurang dari 1GB
- Ukuran awal (MB): 1,5 x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
RAM 1GB atau lebih
- Ukuran awal (MB): 1x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
Page file tidak akan bertambah besar jika Anda set initial size-nya ke ukuran yang cukup. Menggunakan opsi otomatis untuk page file juga akan menghindari atau meminimalisir munculnya pesan error “Out of Memory” saat menjalankan banyak aplikasi ataupun membuka banyak data.

Memberikan initial size yang terlalu besar juga tidak memberikan dampak negatif pada sistem kecuali pemborosan ruang hard disk jika tidak digunakan, dan tidak ada hubungannya dengan performa. Lalu, bagaimana mengetahui apakah RAM masih cukup atau tidak?

Caranya, gunakan komputer untuk beraktivitas selama beberapa jam tanpa restart. Setelah itu lihat di Task Manager, khususnya pada tab Performance. Jika Commit Charge – Peak lebih besar dibanding Physical Memory – Total, maka sistem Anda membutuhkan RAM tambahan. Tetapi jika Anda menggunakan opsi page file yang besarannya dibuat otomatis oleh sistem, maka Windows XP akan secara otomatis memperbesar page file untuk Anda.

Masalah berikutnya yang muncul adalah, ukuran page file maksimum pada sistem operasi 32-bit adalah 4GB. Bagaimana kalau masih kurang juga? Jika Anda memiliki lebih dari satu hard disk atau partisi di komputer, buat saja page file kedua di hard disk tersebut. Windows menggunakan algoritma internal untuk menentukan page file mana yang digunakan untuk mengatur virtual memori secara optimal.

Menurut Microsoft, solusi optimal adalah membuat satu page file yang disimpan di partisi utama sistem dan membuat satu page file lagi di partisi lain di hard disk atau partisi yang jarang digunakan.

Disable Indexing Service
Indexing Service pada Windows XP melakukan indeks pada file-file Anda untuk mempersingkat waktu saat Anda melakukan pencarian di hard disk. Misalnya, ketika Anda ingin membuka file tertentu atau mencari kalimat yang ada di dalam sebuah file dokumen. Akan tetapi, pengindeksan secara terus-menerus terhadap file di hard disk tentu akan menurunkan performa sistem karena menggunakan ruang page file dalam jumlah yang besar dan juga mengkonsumsi sumber daya prosesor.

Untuk men-disable Indexing Service, buka My Computer, lalu klik kanan pada seluruh hard disk atau partisi yang tidak ingin Anda indeks lagi. Berikutnya, klik Properties lalu hilangkan centang pada “Allow Indexing Service to index this disk for fast file searching” dan klik Apply. Lalu pilih “Apply changes to sub folders and files”. Jika ada file yang tidak bisa di-update, pilih saja “Ignore All”.

Menaikkan Kecepatan Pointer Mouse
Standarnya, Windows mengeset kecepatan pointer mouse pada kecepatan rata-rata. Meski cukup, kadang ini dapat memperlambat waktu ketika kita perlu menggeser kursor ke berbagai area layar. Meningkatkan kecepatan pointer akan membuat Anda bisa lebih cepat klak-klik di komputer secara lebih efisien tanpa perlu banyak menggerakkan tangan.

Cara melakukannya, klik Start > Settings > Control Panel > Mouse. Pada tab Pointer Options, di bagian Motion, geser slider 1 sampai 5 langkah ke arah opsi “Fast”. Lalu beri centang pada “Enhance pointer precision” dan klik OK. Seharusnya, kini Anda dapat menggeser pointer mouse tanpa perlu banyak menggerakkan fisik mouse Anda.

Tidak ada setting yang pasti untuk opsi ini. Berhubung Anda yang menggunakan komputer tersebut, kecepatan pergerakan pointer mouse belum tentu sesuai dengan setting yang digunakan orang lain. Yang jelas, mouse umum yang harganya murah ataupun mouse yang sudah usang memiliki tingkat responsivitas yang terbatas. Kalau menaikkan kecepatan pointer mouse tidak banyak berpengaruh, berarti sudah waktunya ganti mouse.

Menu Startup
Opsi-opsi yang ada pada menu Startup (Start > Run > msconfig) merupakan aplikasi yang akan dijalankan setiap kali Anda menghidupkan komputer dan masuk ke sistem operasi. Semakin banyak centang di sana, maka akan semakin lambat komputer Anda bekerja karena seluruh program tersebut dijalankan—baik secara langsung ataupun berjalan di background.

Sebaiknya hilangkan semua centang yang ada, kecuali software pengaman seperti antivirus, antispyware, firewall, dan lain-lain serta aplikasi yang sangat sering Anda gunakan, misalnya software instant messenger ataupun driver printer.
Selain meningkatkan kecepatan boot, membersihkan centang pada menu Startup ini juga akan meningkatkan performa sistem secara cukup signifikan. Toh kalau ada yang terhapus centangnya dan ternyata Anda butuhkan, Anda bisa beri centang kembali pada opsi yang diinginkan.

Bila pada komputer Anda tersedia lebih dari satu akun pengguna, Anda juga bisa mengatur aplikasi apa saja yang dijalankan pada saat startup user yang berbeda-beda. Caranya adalah dengan memilih User dan akun yang ingin Anda edit. Tetapi tentunya Anda perlu hak administrator untuk dapat melakukan ini.

Disk Defragmenter
Setelah sekian lama digunakan dan membuat atau memindahkan data ke komputer, maka manajemen penempatan data pada hard disk di sistem Anda akan berantakan. Akibatnya, hard disk akan bekerja lebih keras untuk membaca dan menuliskan data ke sistem. Untuk merapikannya, Windows sudah memiliki Disk Defragmenter yang cukup untuk melakukan tugas tersebut.

Cara penggunaannya adalah klik ganda pada My Computer, lalu klik kanan di drive atau partisi yang ingin Anda defrag. Sebagai contoh, setelah klik kanan pada drive C:, klik Properties > Tools, lalu pilih Defragement Now dan Defragment. Cara lain adalah dari menu Start > Run, ketikkan “dfrg.msc”, lalu tekan Enter. Pilih drive yang ingin Anda defrag, lalu klik Defragment.

Berhubung Disk Defragmenter sangat haus akan operasi input-output pada sistem, maka kemungkinan besar Anda akan kerepotan jika melakukan defragmenting sambil bekerja. Sebaiknya lakukan defrag saat komputer akan Anda tinggalkan dalam waktu yang cukup lama, misalnya malam hari sebelum Anda pergi tidur.

Nah, kalau dengan cara ini ternyata masih lambat juga, coba lihat lagi spesifikasi komputer Anda. Apakah sudah memenuhi kebutuhan sistem operasi Windows XP? Jangan-jangan belum. Kalau sudah cukup memenuhi dan langkah-langkah di atas tidak banyak membantu, silakan gunakan cara lain. Misalnya menggunakan software tweaking ataupun format dan install ulang.

Spesifikasi Windows XP
Minimum
- Prosesor 233MHz
- Memori (RAM) 64MB (dengan performa dan fitur yang terbatas)
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor dengan resolusi SVGA (800 x 600)
- CD-ROM atau DVD drive
- Keyboard dan mouse

Rekomendasi
- Prosesor 300MHz
- Memori (RAM) 128MB
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor SVGA 800 x 600 dan kartu VGA dengan memori 8MB
- CD-ROM atau DVD
- Keyboard dan mouse
- Kartu jaringan, kartu suara, dan speaker


Maksimum
- 1 unit prosesor (multi core dan atau mendukung Hyper Threading)
- Memori (RAM) 4GB, dan virtual memori maksimum 4GB
- Partisi FAT16 maksimum 4GB dengan ukuran file maksimum 2GB
- Partisi FAT32 maksimum 2TB dengan ukuran file maskimum 4GB
- Partisi NTFS maksimum 2TB dengan ukuran file maksimum 2TB
- Harddisk 137GB ke atas membutuhkan Service Pack 1 dan BIOS yang mendukung



sumber: PCplus
Baca Selengkapnya...