Rabu, 29 Desember 2010

Ulang Tahunku: Refleksi Usia 41...

Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta sepak bola di tanah air, baik pecinta sepak bola 'sejati' maupun pecinta sepakbola 'dadakan' karena pada hari ini atau tepatnya nanti pk. 18.30 WIB Timnas 'Garuda' Indonesia berlaga 'hidup atau mati' melawan Timnas 'Harimau Malaya' Malaysia dalam pertandingan leg kedua AFF Suzuki Cup 2010 di Stadion Gelora Bung Karno.

Namun, bukan hal itu yang membuat hari ini begitu 'istimewa' bagiku. Hari ini menjadi istimewa karena tepat tanggal yang sama (29 Des) 41 tahun yang lalu aku ditakdirkan untuk 'hadir' di dunia fana ini dari rahim seorang ibu yang 'lembut dan penyabar' bernama Siti Rohmah dan seorang ayah yang keras tapi supel bernama Ngafuan Askar Sudiarto di Kota Kecil Klaten, Jawa Tengah.

Sebagai anak sulung dari lima bersaudara, masa kecil aku lewatkan di sebuah desa bernama Bakalan Kel Ceper Kec Ceper Kab Klaten. Masa kecil yang bahagia...
Masa sekolah juga dapat aku lalui tanpa hambatan yang berarti, TK, SD, dan SMP aku tempuh sekolah yang paling favorit di kampung halaman, SMA juga di sekolah yang paling favorit di kota Solo. Bahkan kuliah pun di sekolah kedinasan yang sampai sekarang menjadi tujuan utama dari para calon mahasiswa di Indonesia.

Aku sadari bahwa semua itu terjadi karena Allah swt memberiku 'otak yang cukup encer'. Namun ada satu hal yang menjadi kelemahanku (dan sering membuatku menyesal sampai sekarang) yaitu kurangnya 'need for achievement' atau 'daya juang' atau 'militansi' yang ada pada diriku sehingga aku merasa semua pencapaianku bukanlah 'pencapaian yang optimal'. Namun alhamdulillah Tuhan memberiku kesempatan berkarya di sebuah institusi yang cukup mapan. Meskipun, institusi ini sekarang sedang digoyang oleh tudingan masyarakat akibat kasus salah seorang pegawai yang terekspose secara luar biasa.

Dan,last but not least, anugerah terbesar dalam hidupku, yang untuk itu aku tak berhenti-berhenti mengucapkan rasa syukur ke hadirat Allah swt, aku dipertemukan dengan seorang wanita yang 'memenuhi seluruh kriteria yang pernah aku bayangkan mengenai seorang istri' yang dengannya aku mengayuh biduk rumah tangga. Wanita itu bernama Nur Asliana. Dengannya aku diberi amanah tiga orang anak yang ganteng-ganteng (karena semua cowok), yaitu: Fauzi Fazlurrahman Basuki, M Zaky Naufal Basuki, dan Ragil Putra Basuki.


Baca Selengkapnya...