Kamis, 23 Juli 2009 | 15:28 WIB
Sistem operasi Microsoft Windows XP sudah tertinggal satu generasi, nyaris dua generasi kalau di akhir tahun ini Windows 7 jadi beredar. Akan tetapi, dari sisi jumlah penggunanya, sistem operasi ini masih menjadi mayoritas. Dibandingkan sistem operasi Windows 2000, 98, atau 95, Windows XP juga merupakan sistem operasi yang paling panjang umur. Microsoft juga telah berjanji akan terus memberikan dukungan terhadap XP sampai April 2014.
Kalau pada komputer Anda sistem operasi ini masih bersemayam tetapi performanya kian menurun, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan tanpa perlu memformat hard disk dan install ulang. Tips berikut kami buat agar mudah dilakukan tanpa Anda perlu mengutak-atik registry. PCplus juga tidak menggunakan software apapun—murni hanya melakukan update dan mengubah pengaturan pada opsi yang tersedia. Pertama-tama, mari kita lakukan update.
Windows Update
Windows update merupakan kumpulan dari sejumlah tambalan-tambalan yang dapat mencegah program-program jahat untuk merusak atau memperlambat kinerja sistem. Kalau komputer terhubung ke internet dan Windows menyebutkan bahwa ada update, instalasikan saja semua, jangan hanya yang statusnya critical.
Kalau critical update umumnya lebih berfungsi untuk penambalan celah keamanan, non-critical update biasanya berfungsi penting untuk peningkatan performa, kompatibilitas, dan fitur-fitur yang lebih diperbarui dan pastinya aman untuk diinstall. Proses update Windows bisa berlangsung beberapa kali. Lakukan saja terus sampai disebutkan bahwa tidak ada update lagi yang tersedia.
Windows Update membutuhkan beberapa layanan berikut diaktifkan di Windows XP:
- Automatic Updates diset Automatic.
- Background Intelligent Transfer Service diset Manual atau Automatic.
Bila Anda masih menggunakan Service Pack 2, Service Pack 1, atau Windows XP tanpa service pack, instalasikanlah Service Pack 3. Service Pack 3 merupakan kumpulan update yang mencakup seluruh perbaikan dan update pada service pack sebelumnya. Sangat direkomendasikan bagi Anda untuk mengoptimalkan Windows Anda.
Update DirectX
Microsoft DirectX merupakan sekumpulan application programming interface (API) untuk mengatasi tugas-tugas yang berhubungan dengan multimedia, khususnya game dan video pada platform Microsoft. Sebaiknya, pastikan sistem operasi Anda sudah menggunakan versi terbaru dari DirectX.
Untuk mengetahui versi yang Anda miliki, silakan ketik “dxdiag” pada menu Start > Run dan perhatikan pada tab System di bagian DirectX Version. Setelah diketahui, silakan arahkan browser ke Microsoft Download Center di alamat www.microsoft.com/downloads.
Sekadar informasi, sejak Oktober 2004 sampai Agustus 2007, Microsoft menghadirkan update DirectX sekali dalam dua bulan. Setelah itu update tersedia per kuartal. Versi terbaru DirectX 9 untuk Windows XP adalah versi Maret 2009.
Update Driver
Melakukan update terhadap driver yang digunakan oleh hardware dapat meningkatkan performa sistem dan kompatibilitas aplikasi. Selain itu, driver terbaru juga umumnya menghadirkan sejumlah solusi untuk mengatasi masalah dan optimalisasi sistem.
Sebaiknya, gunakan driver versi resmi yang sudah dirilis, bukan versi beta atau pre-release. Pasalnya, driver versi beta umumnya masih belum sempurna. Untuk melakukan update driver, silakan manfaatkan fitur Windows Driver Guide. Bagi Anda yang menggunakan notebook, sebaiknya gunakan driver terbaru yang tersedia di situs web produsen notebook yang bersangkutan.
Setelah semua driver dan komponen sistem operasi menggunakan update terbaru, waktunya kita melakukan tweaking.
Tips Tweaking Windows XP
Efek Visual
Tampilan default Windows XP memang terlihat cantik, tetapi sebenarnya tampilan tersebut menguras sumber daya sistem dan menurunkan responsivitas komputer. Berikut adalah opsi agar Windows XP tetap cantik tetapi komputer tetap gesit.
Klik Start > Settings > Control Panel > System > Advanced. Di bagian Performance, pilih Settings. Nah, hilangkan tanda centang kecuali pada opsi sebagai berikut:
- Show shadows under menus.
- Show shadows under mouse pointer.
- Show translucent selection rectangle.
- Smooth edges of screen fonts.
- Use drop shadows for icons labels on the desktop.
- Use visual styles on windows and buttons.
Kemudian pilih Apply, lalu klik OK. Kalau masih kurang, hilangkan semua centang kecuali di bagian “Use visual styles on windows and buttons”. Tetapi kalau Anda tidak butuh cantik dan hanya ingin yang gesit, pilih saja opsi Adjust for best performance atau hapus semua centang yang ada.
ClearType
Jika Anda menggunakan layar LCD baik monitor LCD atau notebook, atau Plasma, Anda bisa mendapatkan peningkatan ketajaman teks dengan meng-enable ClearType dibandingkan menggunakan metode penajaman font biasa ataupun anti-aliasing.
Instruksinya adalah lewat menu Start > Settings > Control Panel > Display > Appearance lalu Effects. Beri centang pada “Use the following method to smooth edges of screen fonts”, lalu pilih ClearType.
Page File
Windows XP menggunakan paging file yang diatur oleh sistem. Page file ini merupakan memori cadangan dari RAM tempat sistem operasi menyimpan data sementara. Pada sistem operasi masa kini, termasuk Windows, program aplikasi dan proses sistem menggunakan memori virtual yang dianggap sebagai RAM. Hanya bagian inti dari kernel sistem operasi yang menggunakan memori fisik secara langsung. Artinya, virtual memori atau page file tersebut selalu digunakan, meskipun memori yang dibutuhkan oleh seluruh proses yang sedang berjalan jauh lebih kecil dibandingkan dengan memori utama (RAM) yang tertancap di motherboard.
Secara default, Windows XP akan mengatur secara otomatis besaran page file ke ukuran berikut berdasarkan besaran RAM yang terpasang untuk sistem:
RAM kurang dari 1GB
- Ukuran awal (MB): 1,5 x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
RAM 1GB atau lebih
- Ukuran awal (MB): 1x jumlah RAM yang ada pada sistem.
- Maksimum (MB): 3x jumlah RAM yang terpasang. Sistem operasi 32-bit memiliki batas page file maksimal 4GB.
Page file tidak akan bertambah besar jika Anda set initial size-nya ke ukuran yang cukup. Menggunakan opsi otomatis untuk page file juga akan menghindari atau meminimalisir munculnya pesan error “Out of Memory” saat menjalankan banyak aplikasi ataupun membuka banyak data.
Memberikan initial size yang terlalu besar juga tidak memberikan dampak negatif pada sistem kecuali pemborosan ruang hard disk jika tidak digunakan, dan tidak ada hubungannya dengan performa. Lalu, bagaimana mengetahui apakah RAM masih cukup atau tidak?
Caranya, gunakan komputer untuk beraktivitas selama beberapa jam tanpa restart. Setelah itu lihat di Task Manager, khususnya pada tab Performance. Jika Commit Charge – Peak lebih besar dibanding Physical Memory – Total, maka sistem Anda membutuhkan RAM tambahan. Tetapi jika Anda menggunakan opsi page file yang besarannya dibuat otomatis oleh sistem, maka Windows XP akan secara otomatis memperbesar page file untuk Anda.
Masalah berikutnya yang muncul adalah, ukuran page file maksimum pada sistem operasi 32-bit adalah 4GB. Bagaimana kalau masih kurang juga? Jika Anda memiliki lebih dari satu hard disk atau partisi di komputer, buat saja page file kedua di hard disk tersebut. Windows menggunakan algoritma internal untuk menentukan page file mana yang digunakan untuk mengatur virtual memori secara optimal.
Menurut Microsoft, solusi optimal adalah membuat satu page file yang disimpan di partisi utama sistem dan membuat satu page file lagi di partisi lain di hard disk atau partisi yang jarang digunakan.
Disable Indexing Service
Indexing Service pada Windows XP melakukan indeks pada file-file Anda untuk mempersingkat waktu saat Anda melakukan pencarian di hard disk. Misalnya, ketika Anda ingin membuka file tertentu atau mencari kalimat yang ada di dalam sebuah file dokumen. Akan tetapi, pengindeksan secara terus-menerus terhadap file di hard disk tentu akan menurunkan performa sistem karena menggunakan ruang page file dalam jumlah yang besar dan juga mengkonsumsi sumber daya prosesor.
Untuk men-disable Indexing Service, buka My Computer, lalu klik kanan pada seluruh hard disk atau partisi yang tidak ingin Anda indeks lagi. Berikutnya, klik Properties lalu hilangkan centang pada “Allow Indexing Service to index this disk for fast file searching” dan klik Apply. Lalu pilih “Apply changes to sub folders and files”. Jika ada file yang tidak bisa di-update, pilih saja “Ignore All”.
Menaikkan Kecepatan Pointer Mouse
Standarnya, Windows mengeset kecepatan pointer mouse pada kecepatan rata-rata. Meski cukup, kadang ini dapat memperlambat waktu ketika kita perlu menggeser kursor ke berbagai area layar. Meningkatkan kecepatan pointer akan membuat Anda bisa lebih cepat klak-klik di komputer secara lebih efisien tanpa perlu banyak menggerakkan tangan.
Cara melakukannya, klik Start > Settings > Control Panel > Mouse. Pada tab Pointer Options, di bagian Motion, geser slider 1 sampai 5 langkah ke arah opsi “Fast”. Lalu beri centang pada “Enhance pointer precision” dan klik OK. Seharusnya, kini Anda dapat menggeser pointer mouse tanpa perlu banyak menggerakkan fisik mouse Anda.
Tidak ada setting yang pasti untuk opsi ini. Berhubung Anda yang menggunakan komputer tersebut, kecepatan pergerakan pointer mouse belum tentu sesuai dengan setting yang digunakan orang lain. Yang jelas, mouse umum yang harganya murah ataupun mouse yang sudah usang memiliki tingkat responsivitas yang terbatas. Kalau menaikkan kecepatan pointer mouse tidak banyak berpengaruh, berarti sudah waktunya ganti mouse.
Menu Startup
Opsi-opsi yang ada pada menu Startup (Start > Run > msconfig) merupakan aplikasi yang akan dijalankan setiap kali Anda menghidupkan komputer dan masuk ke sistem operasi. Semakin banyak centang di sana, maka akan semakin lambat komputer Anda bekerja karena seluruh program tersebut dijalankan—baik secara langsung ataupun berjalan di background.
Sebaiknya hilangkan semua centang yang ada, kecuali software pengaman seperti antivirus, antispyware, firewall, dan lain-lain serta aplikasi yang sangat sering Anda gunakan, misalnya software instant messenger ataupun driver printer.
Selain meningkatkan kecepatan boot, membersihkan centang pada menu Startup ini juga akan meningkatkan performa sistem secara cukup signifikan. Toh kalau ada yang terhapus centangnya dan ternyata Anda butuhkan, Anda bisa beri centang kembali pada opsi yang diinginkan.
Bila pada komputer Anda tersedia lebih dari satu akun pengguna, Anda juga bisa mengatur aplikasi apa saja yang dijalankan pada saat startup user yang berbeda-beda. Caranya adalah dengan memilih User dan akun yang ingin Anda edit. Tetapi tentunya Anda perlu hak administrator untuk dapat melakukan ini.
Disk Defragmenter
Setelah sekian lama digunakan dan membuat atau memindahkan data ke komputer, maka manajemen penempatan data pada hard disk di sistem Anda akan berantakan. Akibatnya, hard disk akan bekerja lebih keras untuk membaca dan menuliskan data ke sistem. Untuk merapikannya, Windows sudah memiliki Disk Defragmenter yang cukup untuk melakukan tugas tersebut.
Cara penggunaannya adalah klik ganda pada My Computer, lalu klik kanan di drive atau partisi yang ingin Anda defrag. Sebagai contoh, setelah klik kanan pada drive C:, klik Properties > Tools, lalu pilih Defragement Now dan Defragment. Cara lain adalah dari menu Start > Run, ketikkan “dfrg.msc”, lalu tekan Enter. Pilih drive yang ingin Anda defrag, lalu klik Defragment.
Berhubung Disk Defragmenter sangat haus akan operasi input-output pada sistem, maka kemungkinan besar Anda akan kerepotan jika melakukan defragmenting sambil bekerja. Sebaiknya lakukan defrag saat komputer akan Anda tinggalkan dalam waktu yang cukup lama, misalnya malam hari sebelum Anda pergi tidur.
Nah, kalau dengan cara ini ternyata masih lambat juga, coba lihat lagi spesifikasi komputer Anda. Apakah sudah memenuhi kebutuhan sistem operasi Windows XP? Jangan-jangan belum. Kalau sudah cukup memenuhi dan langkah-langkah di atas tidak banyak membantu, silakan gunakan cara lain. Misalnya menggunakan software tweaking ataupun format dan install ulang.
Spesifikasi Windows XP
Minimum
- Prosesor 233MHz
- Memori (RAM) 64MB (dengan performa dan fitur yang terbatas)
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor dengan resolusi SVGA (800 x 600)
- CD-ROM atau DVD drive
- Keyboard dan mouse
Rekomendasi
- Prosesor 300MHz
- Memori (RAM) 128MB
- 1,5GB ruang hard disk
- Monitor SVGA 800 x 600 dan kartu VGA dengan memori 8MB
- CD-ROM atau DVD
- Keyboard dan mouse
- Kartu jaringan, kartu suara, dan speaker
Maksimum
- 1 unit prosesor (multi core dan atau mendukung Hyper Threading)
- Memori (RAM) 4GB, dan virtual memori maksimum 4GB
- Partisi FAT16 maksimum 4GB dengan ukuran file maksimum 2GB
- Partisi FAT32 maksimum 2TB dengan ukuran file maskimum 4GB
- Partisi NTFS maksimum 2TB dengan ukuran file maksimum 2TB
- Harddisk 137GB ke atas membutuhkan Service Pack 1 dan BIOS yang mendukung
sumber: PCplus
Baca Selengkapnya...
Kamis, 23 Juli 2009
Optimalisasi Windows XP
Jurus-jurus Optimalkan Windows Vista
Kamis, 23 Juli 2009 | 15:36 WIB
“If you can’t make it good, at least make it look good.” Yang penting gaya. Kira-kira begitulah kalau ucapan Bill Gates ke diterjemahkan dalam bahasa kita. Pemilik nama lengkap William Henry Gates III kala itu menegaskan kalau orang ingin sesuatu yang mudah digunakan, enak dilihat. Makanya, itulah yang Microsoft berikan.
Kata-kata itu terbukti pada Windows Vista. Windows Vista hadir dengan tampilan yang jauh lebih menarik ketimbang pendahulunya, Windows XP. Siapa lebih cepat? Menurut hasil uji PCplus, komputer dengan Windows XP bekerja lebih baik. Tentu saja spesifikasi komputer untuk pengujian kedua sistem operasi sama persis dan keduanya dalam kondisi standar.
Windows Vista memang butuh spesifikasi yang tidak ringan. Bagi beberapa orang, spesifikasi yang diumumkan memang mengejutkan. Pun, dengan spesifikasi itu Windows Vista belum jalan optimal.
PCplus punya jurus-jurus buat mengoptimalkan Windows Vista buat yang terlanjur meninggalkan Windows XP. Satu atau dua jurus sepertinya tak efek. Tapi, ketika jurus-jurus itu disatukan ke dalam suatu paket “Combo” seperti paket-paket di fast food, lumayan terasa cepatnya. Buat gamer, boleh coba jurus-jurus yang bakal dibeberkan.
Mengatur Pembuatan Indeks
Windows Vista punya fitur yang bagus buat pencarian file. Windows Vista akan membuat indeks dari seluruh file yang ada dalam hard disk. Dengan pembuatan indeks ini, pencarian jadi cepat—jauh lebih cepat daripada pencarian tanpa indeks di Windows XP. Akan tetapi, seberapa sering orang mencari file? Kalau Anda jarang melakukannya, pembuatan indeks oleh Windows Vista jadi buang-buang “energi” komputer. Lebih baik, “energi” itu dipakai untuk kegiatan lain. Main game, misalnya.
Bisa saja sih pencarian file tetap cepat, tapi kinerja komputer tetap “oke”. Caranya, buat saja untuk indeks untuk folder dan tipe-tipe file tertentu saja. Kalau mau begitu, begini caranya. Buka Control Panel. Masuk ke Indexing Options. Klik tombol [Modify] lalu tentukan folder yang hendak diindeks. Klik [OK], lalu klik [Advanced]. Buka tab “File Types” untuk memilih tipe file.
Kalau fitur ini tak Anda butuhkan sama sekali, matikan saja. Buka lagi Control panel, lalu buka Programs and Features. Klik [Turn Windows Features On], lalu hilangkan tanda centang pada [Indexing Service]. Klik [OK], lalu restart Windows. Beri tanda centang lagi pada [Indexing Service] kalau pembuatan indeks hendak diteruskan.
Matikan Efek-efek
Vista tampil semakin indah karena Windows Aero. Sayangnya fungsinya mentok di situ dan Windows Aero ini butuh sumber daya yang tidak sedikit. Karena fungsinya cuma buat bagus-bagusan wajah, Windows Aero dimatikan pun tak akan muncul masalah, yang ada malah komputer lebih cepat.
Mau mematikan Aero? Ikuti caranya berikut ini. Klik kanan di daerah kosong di desktop, terus klik [Personalize]. Habis itu, klik [Theme]. Pilih [Classic Look of Windows] dan Windows Aero pun dinonaktifkan.
Kalau Anda ingin tetap pakai tampilan Windows Vista namun tanpa Aero, klik [Windows Color and Appearance]. Hilangkan tanda centang pada [Enable Transparency]. Masih di jendela yang sama, klik [Effects] dan hilangkan setiap tanda centang pada setiap pilihan.
Kebut Start-up
Saat Windows mulai, berbagai program dijalankan. Program itu dimasukkan pada daftar start-up. Sebuah situs web menyebutkan kalau start-up ini adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, program yang dijalankan saat start-up bisa membuat program lain dibuka dengan cepat. Di sisi lain, waktu yang digunakan Windows untuk siap digunakan jadi lebih lama. Juga mengurangi jumlah memori yang bisa dipakai oleh program lain.
Kita tentu saja bisa menghapus program dari daftar start-up. Program yang dimatikan tentu saja program yang kita rasa tak perlu. Kita bisa mulai mengurangi daftar program start-up dengan menghapus shortcut program dari menu Startup di menu Start. Klik logo Windows untuk mengakses menu Start, cari submenu Startup, lalu klik kanan pada shortcut program, klik [Delete].
Tidak semua program yang jalan saat start-up didaftarkan di menu Start. Beberapa program ngumpet di registri. Jalankan Registry Editor. Masuklah ke HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run. Lihatlah daftar program yang ada di sebelah kanan. Hapuslah yang Anda anggap tidak diperlukan. Jangan keburu nafsu dengan menghapus semua. Ada program yang jelas Anda perlukan. Antivirus misalnya.
Masuk juga ke HKEY_LOCAL_MACHINE-SOFTWARE-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Run. Periksalah apakah ada program lain yang bisa Anda hapus juga.
Genjot Kinerja Hard Disk SATA
Untuk memastikan hard disk SATA memberikan kecepatan terbaik, kita harus utak-atik sedikit pengaturan di Device Manager. Sekadar tahu saja, secara teori koneksi SATA memiliki kecepatan sampai 300MB per detik. Kecepatan hard disk-nya sendiri umumnya baru mencapai sekitar 120MB per detik.
Buka Device Manager dengan membuka menu Start, isikan “devmgmt.msc” lalu tekan [Enter]. Pada daftar perangkat keras yang ditampilkan, klik ganda pada [Disk drives] untuk melihat menu di bawahnya. Setelah itu, klik ganda pada hard drive Anda. Klik tab [Policies]. Beri tanda centang pada [Enable advanced performance].
Sedikit catatan untuk tips yang ini. Ada risiko tatkala opsi ini dihidupkan. Risikonya adalah kehilangan data ketika komputer dengan tiba-tiba putus hubungan dengan listrik.
Rawat Hard Disk
Penting nih merawat hard disk. Bukan merawat secara fisik saja. Membuang file dan program yang tidak Anda pakai lagi pun termasuk merawat hard disk. Hard disk yang dipenuhi oleh file dan program bisa membuat kerjanya tak maksimal.
Berikut adalah cara membersihkan hard disk dari file sisa-sisa berinternet, program yang sudah dihapus, file sementara, dan beberapa file yang sudah tak diperlukan. Buka menu Start lalu masuk ke [All Programs] > [Accessories] > [System Tools] > [Disk Cleanup] atau dengan buka menu Start dan ketikkan “Disk Cleanup” di kotak pencarian lalu tekan [Enter].
Pilih drive yang akan dibersihkan, lalu klik [OK]. Hard disk bisa dibersihkan lebih lanjut dengan mengklik tab [More Options] dan mengklik dua tombol untuk membuang peranti lunak dan file System Restore yang tidak diperlukan.
Defrag juga bisa dilakukan. Klik menu [Start] lalu masuk ke [All Programs] > [Accessories] > [System Tools] > [Defragment].
Atur “Page File”
Windows Vista punya sistem “page file” yang sangat baik. Sekadar info singkat, page file adalah berkas untuk menyimpan file yang tidak cukup diletakkan di memori utama. Page file itu lokasinya ada di hard disk.
Page file di Windows Vista sudah dibuat agar ukurannya kecil sehingga tidak memakan kapasitas hard disk. Soal ukuran file ini tak usah dibahas. Yang perlu kita bahas adalah lokasi page file. Kalau Anda punya dua hard disk, cari tahu hard disk yang lebih cepat. Nah, atur agar “page file” ditaruh di hard disk itu. Kalau pun kedua hard disk Anda berkecepatan sama atau Anda malah hanya punya satu hard disk, “page file” baiknya ditaruh di partisi yang berbeda dengan partisi Windows.
Caranya? Begini. Kalik kanan [Computer] terus klik [Properties]. Klik [Advanced System Settings] yang ada di sebelah kiri. Klik tab [Advanced], klik tombol pertama dari tiga pilihan yang muncul. Masuk ke tab [Advanced]. Klik tombol [Change] dan hilangkan tanda centang pada [Automatically manage paging file size for all drives]. Klik [Set]. Kemudian, pilih drive C dan klik [No paging file]. Sekarang, pilih drive lain yang hard disk-nya lebih cepat atau partisi lain selain Windows. Pilih [System managed size], lalu klik [Set], dan [OK].
Pakai ReadyBoost
Cara paling efektif untuk memperbaiki kinerja Windows adalah dengan menambah memori. Mahal, kan menambah memori? Kalau Anda merasa begitu, ada cara yang lebih murah. Menambah memori bisa dengan USB flash disk yang sekarang ini sudah ada di saku Anda.
USB flash disk bisa Anda pakai untuk menambah memori. Anda juga bisa pakai media penyimpanan lain asal pakai koneksi USB. Perlu diketahui, penambahan kinerja enggak bakal sebanyak kalau Anda menambah memori “beneran”.
Fitur Windows Vista untuk itu adalah ReadyBoost. Colok USB flash disk atau media penyimpan lain. Ketika jendela autoplay muncul, pilih [Speed yp my computer]. Kalau saja autoplay Anda tidak aktif, Anda bisa menyalakan ReadyBoost dengan mengklik kanan pada drive USB flash disk, kemudian klik [Properties]. Klik tab [ReadyBoost]. Pastikan pilihan [Use this device] sudah terpilih. Kemudian, tentukan kapasitas yang hendak digunakan untuk ReadyBoost dengan memindahkan papan geser.
Stop Periksa Sisa Kapasitas Hard Disk
Balon-balon informasi yang muncul di pojok kanan bawah yang memberi tahu kalau sisa kapasitas hard disk sudah mau habis bisa mengganggu. Lagipula, balon-balon itu sudah pasti memakai tenaga dari komponen yang ada. Memang tak banyak sih tenaga yang dipakai sehingga mematikan fungsi ini pun tak akan meningkatkan kinerja komputer secara signifikan. Tapi, lagi-lagi PCplus beri tahu kalau trik kecil ini dikombinasikan dengan trik lainnya, (siapa tahu) peningkatan kinerja lebih terasa.
Jalankan Registry Editor. Masuk ke HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Policies-Explorer. Setelah itu, klik [Edit] > [New] > [DWORD (32-Bit) Value]. Beri nama “NoLowDiskSpaceChecks”. Klik ganda pada DWORD value yang baru itu, lalu isikan nilainya dengan “1”.
Setelah itu, masuk ke HKEY_CURRENT_USER-Software-Microsoft-Windows-CurrentVersion-Explorer-Advanced. Cari DWORD value bernama “EnableBalloonTips”, “FolderContentsInfoTip”, dan “StartButtonBalloonTip”. Kalau DWORD value itu tak ada, buat saja. Caranya seperti pada paragraf kedua trik ini. Kemudian isikan nilainya dengan “0”.
Sumber: PCplus
Baca Selengkapnya...
Rabu, 01 Juli 2009
Empat Sumber Penyakit Birokrasi
JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak permasalahan yang membuat pembenahan birokrasi di Indonesia berjalan lambat sehingga perlu dilakukan reformasi birokrasi.
"Ada empat sumber penyakit birokrasi," ungkap Prof Eko Saharjo Guru Besar Universitas Indonesia saat diskusi yang diselenggarakan Koalisi Masyarakat Untuk Pengawasan Pemerintah yang Baik dan Bersih (Komwas PBB) di Jakarta, Rabu (1/7).
pertama, papar Eko, adanya budaya menguasai bukan melayani publik dalam birokrasi yang diakibatkan proses pengisian jabatan-jabatan dalam birokrasi berdasarkan kedekatan dengan penguasa. Masalah kedua, ketidakmampuan melayani dalam birokrasi karena proses penerimaan pegawai dilakukan dengan cara-cara tidak profesional dan sarat kepentingan.
"Ada tren baru sejak pengangkatan PNS dari pegawai honorer. Di daerah yang disiapkan menjadi honorer adalah keluarga, kerabat, dan saudara," lontarnya.
Masalah ketiga, lanjut Eko, adanya kerusakan moral dalam birokrasi yang selalu berpikir mendapatkan uang dari proyek-proyek yang dilakukan. "Gaji PNS cuma bisa hidup untuk 7-10 hari. Hanya dengan melakukan kejahatan untuk tambahan uang dia bisa hidup selama sebulan," tegasnya.
Masalah terakhir, kata Eko, partai politik menganggap birokrasi sebagai sumber uang. "Siapa yang menguasai birokrasi, dia yang menguasai uang negara," ungkapnya.
Untuk mengatasinya, lanjut Eko, perlu adanya komitmen pemimpin untuk melakukan reformasi birokrasi. Selain itu, perlu dipikirkan siapa yang akan membuat kebijakan dan mengawal reformasi birokrasi.
"Terakhir, membuat agenda setting untuk reformasi birokrasi yang bisa dipelajari dari negara-negara lain dan pemerintah-pemerintah daerah yang telah berhasil menata birokrasi," ujarnya.
Selain itu, ada beberapa langkah fokus untuk mempercepat reformasi birokrasi yaitu dengan melihat kembali fungsi dan tanggung jawab pegawai. "Sebaiknya dilakukan perampingan birokrasi," kata Eko.
Di samping itu, harus dilakukan perbaikan manajemen dalam birokrasi baik manajemen pelayanan, SDM, pengelolaan uang negara, serta manajemen pengawasan. "Fokus terakhir, rekonstruksi peran. Apakah seluruh pelayanan publik harus dilakukan oleh negara? Kalau negara tidak sanggup, serahkan saja kepada swasta," tegasnya.
Baca Selengkapnya...